Dalam rangka mendukung aksi Perubahan Iklim di Provinsi Jambi melalui implementasi Program BioCF-ISFL Provinsi Jambi yang telah memasuki tahun ketiga fase Pre-Investment dimana telah menunjukkan hasil yang cukup signitlkan dalam memenuhi kelengkapan dan persyaratan yang dibutuhkan untuk mengunduh fase Result Based Payment (RBP). Untuk itu, guna memenuhi kelengkapan proses lainnya maka diperlukan dukungan dan komitmen dari Pemerintah Kab/Kota se-Provinsi Jambi dan stakeholder lainnya terhadap Program BioCF-ISFL Provinsi Jambi.
Untuk di tahun 2024, tiap OPD akan melaksanakan kegiatan yang sudah direncanakan, seperti:
1. Bappeda, akan melakukan penguatan kebijakan satu peta, penguatan regulasi dan institusi, dan menyiapkan kelembagaan REDD++ seperti MAR, BSM, Safeguard dan Monev.
2. Dinas LH akan melaksanakan penguatan kebijakan untuk Masyarakat Hutan Adat (MHA) berupa Perda, Pelaksanaan FPIC/Padiatapa (persetujuan dimuka tanpa paksaan) kepada seluruh masyarakat dalam melaksanakan program BioCF, dan Penguatan Kapasitas dan pengembangan Desa Proklim
3. Dinas TPHP melaksanakan pelatihan SMART Agriculture pertanian rendah emisi, fasilitasi kerjasama antara kelompok tani dengan swasta
4. Dinas perkebunan akan mendorong adanya sertifikasi ISPO mandiri dengan tujuan untuk mengetahui asal usul bibt sawit, pengelolaan usaha perkebunan berkelanjutan untuk mendukung RAN/RAD Sawit berkelanjutan, melakukan pencegahan kebakaran di sektor perkebunan, dan meningkatkan kapasitas petani menuju SMART Agriculture
4. Dinas Kehutanan dan KPH akan melaksanakan pengamanan awasan hutan alam tersisa seperti patroli dan penyuluhan, pengembangan Agroforestry, dan Rehabilitasi Lahan dan Hutan (Pengadaan bibit dan penanaman partisipatif)
 

Read More

     Program Kampung Iklim (ProKlim) telah diluncurkan sebagai gerakan nasional pengendalian perubahan iklim berbasis komunitas oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada Tanggal1 Desember 2016. ProKlim yang telah dilaksanakan sejak tahun 2012, bertransformasi dari memberikan apresiasi terhadap wilayah administratif paling rendah setingkat RW/dusun dan paling tinggi setingkat kelurahan/desa, menjadi mendorong dan memfasilitasi tumbuhnya Kampung Iklim melalui pengayaan inovasi program adaptasi maupun mitigasi perubahan iklim yang dilaksanakan secara kolaborasi antara pemerintah dengan Stakeholder.
     Proklim dilakukan dalam rangka mendorong masyarakat untuk melakukan peningkatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca serta memberikan penghargaan terhadap upaya-upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah dilaksanakan di tingkat lokal sesuai dengan kondisi wilayah.
     Melalui ProKlim diharapkan upaya peningkatan ketahahan terhadap dampak negatif perubahan iklim sekaligus pengurangan emisi gas rumah kaca atau GRK dapat dilakukan mulai dari tingkat tapak.

Read More

Upaya pemerintah untuk memenuhi target Enhanced Nationally Determined Contribution (Enhanced NDC), sektor Forestry and Land Use (FOLU) telah menetapkan target ambisius FOLU NetSink 2030 dengan REDD+ sebagai program penting dalam mendukung pencapaian target FOLU NetSink. Untuk memenuhi dan melaksanakan komitmen ini, perlu peran manajemen pengelolaan dana Iingkungan hidup yang balk melalui pendanaan yang terintegrasi, dalam hal ini Dalam memenuhi dan melaksanakan komitmen dan optimalisasi pendanaan ini Pemerintah Indonesia telah menunjuk Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) sebagai pengelola dana.
Dalam rangka percepatan implementasi pengelolaan dana lingkungan hidup agar penggunaan dana dapat disalurkan secara tepat sasaran balk di pusat dan daerah, Ketua SNPMU BioCF-ISFL menghadiri "Pertemuan Nasional REDD+: Optimalisasi Pemanfaatan Dana RBP REDD+"

Read More

Kegiatan penanaman pohon merupakan upaya konkrit dan strategis dalam mengatasi triple planetary crisis yaitu, perubahan iklim, polusi dan ancaman kehilangan keanekaragaman hayati. Ketiganya saling terkait dan sangat mendesak untuk diatasi.
Pohon memiliki manfaat multiguna untuk manusia dan seluruh makhluk hidup. Bukan hanya menyediakan oksigen, tetapi juga menjadi tempat penyimpanan karbon yang tidak dimiliki oleh makhluk 3 hidup lainnya di bumi. Keberadaan pohon untuk kelangsungan hidup manusia dan alam semesta, berperan penting dalam mengurangi emisi Gas Rumah Kaca, sumber kehidupan mahluk hidup, menyimpan air, menjaga suhu udara, meredam kebisingan, dan mengurangi kekuatan angin.
Keberadaan pohon dan tutupan lahan yang baik akan meningkatkan daya dukung alam dalam mitigasi perubahan iklim, ketahanan pangan, energi dan kesejahteraan seluruh mahluk hidup. Oleh karena itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berkomitmen untuk mengurangi emisi dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya melalui Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.

Jumlah bibit yang akan ditanam dalam kegiatan penanaman serentak ini adalah sebanyak 317 Batang, dengan jenis tanaman meliputi:

  1. Shorea Balangeran           : 2 Batang
  2. Tembesu                           : 2 Batang
  3. Sirsak                               : 6 Batang
  4. Sirsak Kecil                       : 4 Batang
  5. Nangka                             : 10 Batang
  6. Mangga                            : 5 Batang
  7. Durian                              : 5 Batang
  8. Matoa                               : 3 Batang
  9. Kayu Putih                       : 100 Batang
  10. Jelutung                           : 100 Batang
  11. Meranti                             : 75 batang
  12. Trembesi                          : 5 batang

Read More

Dalam rangka implementasi Sistem MAR BioCF tahun 2024 terkait pelaporan penghitungan emission reduction (ER), perlu dilakukan exercise penghitungan ER dan diskusi terkait nilai akurasi data perubahan perubahan penutupan lahan Provinsi Jambi. Upaya lain dalam peningkatan kualitas pelaporan emisi GRK di Provinsi Jambi juga telah dilakukan melalui analisis ketidakpastian data perubahan perubahan penutupan lahan
pada bulan Agustus-Desember 2023. Hasil tersebut digunakan untuk penyesuaian luas masing-masing kelas perubahan penutupan lahan (area adjustment) yang akan memperbaiki nilai dugaan tingkat acuan emisi dan serapan di Provinsi Jambi.

Oleh karena itu, Bidang MAR melaksanakan kembali kegiatan untuk mengawali tahun 2024 dengan kegiatan Focus Group Discussion Analisa Penghitungan Pengurangan Emisi dan Nilai Akurasi Data Perubahan Penutupan Lahan Provinsi Jambi

Read More

Tujuan dari kegiatan diskusi peer review ini adalah untuk mendapatkan informasi dan
mendapatkan masukan secara komprehensif dari para pihak dan pemangku kepentingan mengenai
hasil kajian penguatan tata kelola dana perubahan iklim di Provinsi Jambi serta memperkuat
rekomendasi kebijakan agar penyaluran dana perubahan iklim di Provinsi Jambi lebih transparan
dan akuntabel dan tepat sasaran




Sumber: Sekretariat BioCF

Read More

Jangkat, Merangin. 2023

Jumlah pengadaan dan penanaman bibit kayu untuk Naungan sebanyak 400 Batang. Pembuatan Pembibitan Tanaman Kehutanan ini dilaksanakan di Desa Tanjung Benuang Kecamatan Jangkat Timur.
Adapun Pembangunan Persemaiannya dilaksanakan secara swadaya oleh Masyarakat dengan sistim adanya Pembayaran Insentif uang harian. Sedangkan bibit yang disediakan dalam persemaian tersebut adalah Benih Kopi Robusta, Bibit Kayu Surian, Bibit Jengkol, Bibit Kayu Manis, dan Bibit Pinang Betara dan diharapkan persemaian ini merupakan awal bagi Masyarakat dalam Pembangunan pembibitan Tanaman Kehutanan.

Read More

Hasil kesepakatan mediasi konflik hutan adat bukit selebu di Desa Baru Kibul Kecamatan Tabir Barat tanggal 19 Desember 2023 bersama TNI, Polri, Tabir Barat, beserta masyarakat sekitar Hutan Adat Bukit Selebu.



 

Sumber: KPHP Merangin.

Read More

Dubai, Aktual.com – Gubernur Jambi Al Haris ditunjuk menjadi pembicara (narasumber) pada kegiatan The Twenty Eight Conference of Parties The United Nation Framework Convention on Climate Change di Dubai, Uni Emirates Arab (COP28 UEA) oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK-RI).


Penunjukkan tersebut dalam rangka implementasi Surat Keputusan KLHK Nomor SK: 168/MENLHK/PKTL/PLA.1/2/2022 tentang Inonesia’s Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 untuk Pengendalian Perubahan Iklim.

Dalam pemaparannya dengan tema: “Strengtening of Sub National Policies as the Real Action for Reduccing Emission Greenhouse Gas in FOLU Sectors”, Gubernur Al Haris pada Rabu (6/12) malam waktu Dubai menyampaikan strategi Pemprov Jambi yang akan terus fokus pada upaya dan intervensi penurunan emisi gas rumah kaca.


“Jambi mempunyai ekosistem hutan dan lahan yang paling lengkap di Pulau Sumatera. Kami mempunyai komitmen yang cukup kuat dan mempunyai kelembagaan REDD+, serta konsistensi pada kebijakan pencegahan kebakaran hutan dan lahan, konflik, Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat dan Kelembagaan,” ujar Al Haris.
Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) itu menambahkan karena provinsinya memiliki prioritas REDD+ yang mempunyai progres dalam penyiapan perangkat, inisiatif dan kolaborasi intervensi perencanaan lintas sektor, sehingga Jambi menjadi salah satu provinsi yang berkomitmen untuk mengurangi tingkat deforestasi tinggi, degradasi hutan dan lahan.
“Kami memiliki 3 pilar strategi pertumbuhan ekonomi hijau Provinsi Jambi. Pertama, penggunaan tata guna lahan berkelanjutan, pemulihan dan peningkatan produktivitas. Kedua, kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan melalui peningkatan akses modal pembangunan dan mata pencaharian serta pemanfaatan jasa lingkungan. Terakhir, konektivitas dan rantai nilai berkelanjutan,” jelasnya.
Sehingga kata Al Haris, target yang ingin dicapai dari strategi tersebut yakni pertumbuhan ekonomi berkelanjutan; pertumbuhan yang inklusif dan adil; ketahanan sosial ekonomi dan daya dukung lingkungan; ekosistem yang sehat dan produktif sebagai penyedia jasa lingkungan; dan penurunan efek gas rumah kaca.
“Selain itu masyarakat lebih sejahtera dengan lingkungan yang baik, pendapatan masyarakat lebih tinggi, pertanian yang ramah lingkungan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, serta hutan yang lestari berdampak pada implementasi perhutanan sosial dan masyarakat hukum adat yang lebih baik dan sejahtera,” ungkapnya.
Kemudian lanjut Al Haris dalam mendukung pencapaian target Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 yaitu target penurunan emisi gas rumah kaca, Provinsi Jambi melalui Program/aksi Nyata Penurunan Emisi salah satunya Program J-SLMP BioCF-ISFL, telah disinergikan ke dalam Perencanaan Jangka Panjang (RPJP dan RTRW), Perencanaan Jangka Menegah (RPJMD Provinsi Jambi Tahun 2021-2026).

“Provinsi Jambi tetap konsisten dengan program dan kegiatan yang diimplementasikan melalui Perangkat daerah, Mitra Kerja Daerah, Private Sector dan Kelompok Masyarakat dalam upaya pemenuhan target Penurunan Emisi GRK Provinsi Jambi dan tujuan akhirnya berkontribusi pada penurunan emisi GRK Indonesia serta memberikan dampak kesejahteraan masyarakat,” tambah Al Haris.

Untuk itu kata Al Haris diperlukan dukungan strategis pencapaian target optimal penurunan emisi gas rumah kaca di Provinsi Jambi yang dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut, pertama meningkatkan supporting pembiayaan dalam mendukung adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di Provinsi Jambi; kedua kolaborasi program dan kegiatan dalam mendukung perlindungan ekosistem lingkungan dan keanekaragaman hayati melalui peran multi pihak.

“Provinsi Jambi telah mempersiapkan Dokumen Grand Growth Planning (GGP) sebagai pedoman intervensi kegiatan dalam mengedepankan kesejahteraan masyarakat dan peningkatan perekonomian di tingkat tapak; mendorong program-program yang berkaitan dengan pemenuhan target Sustainable Development Goals (SDGs) di Provinsi Jambi; meningkatkan peran kelembagaan perubahan iklim lintas sektor yang didukung oleh Lembaga-Lembaga Donor Internasional; terakhir mendukung kebijakan Provinsi Jambi dalam membangun Kebijakan Satu Peta,” pungkas Al Haris.

Artikel ini ditulis oleh:

Editor: Arbie Marwan

 

Read More