Pemprov Jambi Tutup Program BioCF ISFL, Tegaskan Komitmen Ekonomi Hijau dan Penurunan Emisi
Portal BIOCF
Monday, 04 May 2026 Post 12:05 AM
Jambi, 4 Mei 2026 — Pemerintah Provinsi Jambi resmi menutup (closing program) fase pra-investasi Program BioCarbon Fund – Initiative for Sustainable Forest Landscape (BioCF ISFL) periode 2022–2026. Penutupan ini menjadi momentum penting bagi daerah dalam memperkuat arah pembangunan rendah karbon dan ekonomi hijau.
Pemprov Jambi menilai program ini telah memberikan fondasi kuat dalam upaya pengendalian perubahan iklim, khususnya melalui pengelolaan hutan dan ahan secara berkelanjutan. Selama fase pra-investasi, berbagai penguatan telah dilakukan, mulai dari kebijakan, kelembagaan, hingga implementasi di lapangan.
Wakli Gubernur Jambi menegaskan bahwa daerah memiliki peran strategis dalam mendukung target nasional penurunan emisi gas rumah kaca (GRK). Dengan potensi sumber daya alam yang besar, Jambi berkontribusi sekitar 10% terhadap target nasional sektor FOLU Net Sink 2030.
"Program ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui skema ekonomi hijau," menjadi salah satu penekanan dalam penyampaian Pemprov.
Dari sisi capaian, hingga Maret 2026, penurunan emisi di Provinsi Jambi tercatat mencapai 29,6 juta ton CO2e, melampaui target awal program sebesar 14 juta ton CO2e. Selain itu, lebih dari 350 ribu hektare lahan telah dikelola dengan praktik berkelanjutan.
Selain itu, melalui dukungan pendanaan dari berbagai pihak termasuk Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), Pemprov Jambi memperkuat akses pembiayaan berkelanjutan yang terintegrasi, baik dari sumber domestik maupun internasional.
Dengan berakhirnya fase pra-investasi, Pemprov Jambi menegaskan kesiapan untuk melanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu pembayaran berbasis kinerja (result-based payment), serta membuka peluang masuk ke pasar karbon global.
Melalui closing program ini, Pemprov Jambi optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai daerah percontohan dalam pembangunan rendah karbon, sekaligus memastikan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.