Berita
21

Monitoring dan Pemantauan Persiapan Pelaksanaan Program BioCF ISFL 2025, KPH Bungo Perkuat Kelestarian Hutan dan Ekonomi Masyarakat

Bungo – UPTD KPHP Bungo melaksanakan kegiatan monitoring dan pemantauan persiapan Program BioCF ISFL Tahun 2025 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kelestarian hutan, menekan laju deforestasi, serta mendorong kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan hutan berkelanjutan.

Berbagai kegiatan strategis telah dilaksanakan sepanjang tahun 2025, mencakup aspek perlindungan hutan, penyelesaian konflik, rehabilitasi kawasan, hingga penguatan ekonomi mayarakat berbasis kehutanan sosial.

Patroli Reguler dan Patroli Komunitas

Dalam rangka mengurangi deforestasi dan degradasi hutan, KPH Bungo mengintensifkan patroli rutin di sejumlah kawasan rawan perambahan dan kebakaran hutan. Kegiatan ini juga melibatkan masyarakat setempat melalui patroli komunitas.

Hasilnya, terjadi penurunan angka deforestasi dibandingkan periode 2020–2023 serta berkurangnya jumlah hotspot dan titik api di wilayah sasaran. Selain itu, partisipasi masyarakat dalam sistem pemantauan berbasis komunitas semakin meningkat.

Peningkatan Kesadaran Masyarakat

Upaya pencegahan kebakaran hutan diperkuat melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan konservasi, serta kampanye di daerah rawan. Kelompok masyarakat juga didorong untuk aktif dalam pemantauan dan pelaporan titik api.

Dari program ini, luas hutan alam yang dikelola secara lestari tercatat mencapai 487.903 hektare. Jumlah hotspot mengalami penurunan signifikan, disertai meningkatnya kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kawasan hutan.

Penyelesaian Konflik Tenurial

Dalam menangani konflik kepemilikan lahan di kawasan hutan, KPH Bungo menerapkan pendekatan mediasi dan pemetaan partisipatif. Sepanjang tahun 2025, dua kasus konflik tenurial berhasil diselesaikan melalui metode pemetaan konflik, serta dua kali mediasi dilaksanakan untuk meredam sengketa lahan.

Pendekatan berbasis dialog dan data ini dinilai efektif dalam menciptakan solusi yang dapat diterima seluruh pihak.

Rehabilitasi Kawasan dan Pengembangan Agroforestri

Program rehabilitasi menunjukkan capaian positif. Sebanyak 20 hektare lahan kritis berhasil dihijaukan kembali melalui penanaman dan pemeliharaan, sementara 742 hektare lahan mengalami pengurangan tingkat degradasi.

Sebanyak 16 kali kegiatan pembinaan dan pengawasan rehabilitasi juga dilaksanakan untuk memastikan keberlanjutan program. Selain itu, dibangun demplot agroforestri seluas satu hektare sebagai model pengelolaan terpadu berbasis masyarakat.

Pengembangan Ekonomi Masyarakat

Untuk meningkatkan kesejahteraan warga sekitar hutan, KPH Bungo mengembangkan usaha berbasis hasil hutan bukan kayu (HHBK) melalui pembentukan dan penguatan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS).

Pelatihan peningkatan kapasitas telah diberikan kepada kelompok binaan, serta terjalin kemitraan antara kelompok masyarakat dan sektor swasta. Bahkan, sejumlah kelompok telah mencapai kesepakatan kontrak suplai dengan mitra usaha guna memperluas akses pasar.

Penyediaan Bibit dan Akses Pasar Digital

Dalam mendukung kegiatan agroforestri dan rehabilitasi, KPH Bungo menyediakan bibit berkualitas untuk 20 hektare lahan masyarakat yang didistribusikan kepada kelompok tani hutan.

Selain itu, pelatihan pemasaran digital diberikan guna meningkatkan daya saing produk kehutanan sosial. Langkah ini diharapkan mampu membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil evaluasi, pelaksanaan Program BioCF ISFL Tahun 2025 di KPH Bungo menunjukkan capaian yang signifikan dalam menurunkan deforestasi dan hotspot kebakaran, menyelesaikan konflik tenurial, meningkatkan tutupan hutan, serta memperkuat ekonomi masyarakat.

Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, program ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari dan berkelanjutan di wilayah Bungo.