Berita
18

Mesin Roasting Dorong Nilai Tambah Kopi KUPS Tembesu Patah di Dusun Senamat Ulu

Program Pengadaan Mesin Roasting Kopi Tahun Anggaran 2022 yang difasilitasi KPHP Bungo memberikan dampak positif bagi Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Tembesu Patah di Dusun Senamat Ulu, Kecamatan Bathin III Ulu. Bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan nyata dalam mendorong peningkatan nilai tambah komoditas kopi yang selama ini menjadi andalan masyarakat setempat.

KUPS Tembesu Patah saat ini memiliki 9 anggota aktif yang terdiri dari 4 perempuan dan 5 laki-laki. Kelompok ini telah lama bergerak dalam pengolahan hasil kebun kopi dan menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan sejak memperoleh dukungan program. Dengan luas lahan kebun kopi sekitar 10 hektar, panen dapat dilakukan dua kali dalam seminggu, sehingga pasokan bahan baku relatif terjaga.

Sebelum menerima bantuan mesin roasting, kelompok hanya mampu menjual kopi dalam bentuk biji mentah. Kondisi tersebut membuat nilai jual produk masih terbatas dan bergantung pada harga pasar bahan baku. Namun sejak adanya mesin roasting, kelompok mulai melakukan pengolahan lanjutan hingga menjadi kopi bubuk. Proses roasting dilakukan berdasarkan pesanan, dengan kapasitas maksimal 5 kilogram dalam satu kali proses. Hasil olahan kopi kemudian dipasarkan ke warung-warung lokal dengan harga Rp18.000 per pax (100 gram).

Keberadaan mesin roasting secara langsung meningkatkan nilai jual produk sekaligus memicu semangat anggota kelompok untuk lebih serius mengembangkan usaha. Aktivitas penanaman kopi pun mengalami peningkatan sebagai respons terhadap peluang usaha yang semakin terbuka.

Dari sisi sarana pendukung, kelompok telah memanfaatkan fasilitasi lantai jemur bantuan lembaga Warsi sejak tahun 2024 untuk proses penjemuran kopi kering. Selain itu, rumah produksi juga dibangun atas dukungan lembaga yang sama, meskipun hingga kini masih dalam tahap penyelesaian instalasi listrik. Saat ini, mesin penggiling sudah ditempatkan di rumah produksi, sedangkan mesin roasting masih berada di rumah Ketua KUPS karena bangunan produksi belum sepenuhnya siap digunakan.

Meski menunjukkan perkembangan positif, KUPS Tembesu Patah masih menghadapi sejumlah tantangan. Akses terhadap air bersih untuk kebutuhan produksi masih terbatas, sehingga berpotensi menghambat proses pengolahan. Selain itu, kelompok juga mengakui masih terbatasnya pemahaman mengenai standar kualitas kopi olahan, yang berdampak pada kemampuan bersaing di pasar yang lebih luas.

Ke depan, kelompok berharap dapat meningkatkan kualitas kemasan produk agar lebih menarik dan sesuai dengan standar pasar modern. Dukungan lanjutan berupa pelatihan peningkatan mutu porduk, strategi pemasaran, serta bantuan bibit tanaman buah untuk diversifikasi usaha juga sangat diharapkan guna memperkuat kemandirian ekonomi kelompok.

Bantuan mesin roasting terbukti mendorong kelompok tani untuk mengolah biji kopi menjadi bubuk, sehingga meningkatkan nilai tambah dan harga jual produk. Semangat petani dalam mengembangkan usaha pun semakin tumbuh.